Menko Puan Ajak Kerjasama Meksiko Kembangkan Pendidikan Vokasi

0
310

DerapJuang.com – Menko PMK Puan Maharani bertemu dengan Menteri Pendidikan Meksiko Esteban Moctezuma, Kamis (26/9) waktu Meksiko. Menko Puan berharap terjalinnya kerjasama Indonesia dan Meksiko dalam pengembangan pendidikan vokasi. Dalam pertemuan ini, Menko Puan mengajak Meksiko untuk meningkatkan kerjasama pendidikan khususnya dalam rangka mempersiapkan tenaga terampil sebagai bagian investasi kedua negara melalui pendidikan vokasi atau sekolah menengah kejuruan.

Menko puan menjelaskan, saat ini Indonesia dan Meksiko menghadapi tantangan yang mirip yaitu memiliki siswa sekolah menengah dalam jumlah besar. “Sejak tahun 2015, saya secara pribadi telah memulai program revitalisasi sekolah kejuruan. Oleh karena itu, saya pikir akan sangat baik secara bersama-sama kita mendesain ulang kurikulum pendidikan vokasi dan pada saat yang sama kita meminta kepada komunitas bisnis untuk membuka peluang bagi siswa kejuruan agar memiliki akses magang,” ujarnya.

Kerja sama ini juga sebagi upaya mewujudkan arah pembangunan Indonesia 5 (lima) tahun ke depan bagi Indonesia, sebagaimana komitmen Presiden Joko Widodo yang berfokus pada SDM unggul. Tentu pendidikan memegang peran vital dalam upaya pencapaian target tersebut. Diharapkan kerjasama ini akan berdampak positif dan konstruktif bagi kedua negara di masa yang akan datang.

Pada kesempatan ini pula, Menko Puan mengundang Meksiko dalam program pertukaran pelajar melalui “Beasiswa Dharma Siswa”. Di dalam program ini, siswa-siswi Meksiko bisa belajar dan tinggal di Indonesia tiga hingga enam bulan. “Mereka mungkin bisa belajar Bahasa atau budaya. Sebagaimana yang mungkin anda tahu bahwa Indonesia adalah negara yang paling beragam,” imbuhnya. Dengan lebih dari 17.000 pulau dan 700 bahasa daerah, menurutnya, Indonesia adalah tempat terbaik untuk dikunjungi.

Dalam kunjungan kerjanya ini Menko Puan didampingi oleh Duta Besar RI untuk Meksiko Cheppy T.Wartono beserta pejabat terkait dan Delegasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

D. Setiawan