Gathering Keluarga Besar PDI Perjuangan Jateng, Mas Patjul: DPRD Terlantik Harus Sadar Posisi

0
425

SEMARANG, DerapJuang – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Mas Patjul berpesan kepada 42 anggota DPRD terlantik Fraksi PDI Perjuangan untuk sadar posisi setelah sah dikukuhkan menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah masa jabatan 2019-2024.

Bambang Wuryanto, alias Mas Patjul saat memberikan sambutan dalam Gathering Keluarga Besar PDI Perjuangan Jateng. (Foto: DerapJuang/Wisda)

Pesan tersebut ia sampaikan dalam acara Gathering keluarga besar PDI Perjuangan Jawa Tengah di Panti Marhaen, Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Selasa (3/9/2019) malam.

“Saya ingatkan, dikau dilantik, itu artinya dikau berada pada posisi yang hari kemarin berbeda. Dilantik apapun, posisinya anyar (baru). Begitu dilantik pertama-tama yang harus diingat adalah sadar posisi. Posisi kalian saat ini setelah dilantik adalah elit politik di tingkat provinsi,” katanya.

Gathering digelar sebagai bentuk syukur atas perolehan 42 dari 120 kursi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, sehingga menjadikan PDI Perjuangan sebagai pemilik kursi terbanyak di Gedung Berlian. Acara ini juga menjadi momentum untuk saling mengenal baik sesama legislator PDI Perjuangan maupun keluarga dan kerabat.

Gathering bertujuan untuk saling mengenal baik sesama legislator PDI Perjuangan maupun keluarga dan kerabat. (Foto: DerapJuang/Wisda)

Sebagai pucuk pimpinan tertinggi partai di Jawa Tengah, Mas Patjul merasa perlu mengingatkan kembali kepada legislator khususnya Fraksi PDI Perjuangan akan peran dan tugasnya menjadi wakil rakyat.

Menurutnya, sebagai anggota dewan yang memiliki kewenangan, semua kebijakan harus bermuara pada kemakmuran rakyat.

“Jadi, politik itu adalah semua kebijakan yang arahnya memakmurkan rakyat,” tuturnya.

Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) Wakil Walikota Semarang turut hadir dalam Gathering PDI Perjuangan Jateng. (Foto: DerapJuang/Wisda)

Lebih lanjut, Mas Patjul juga menegaskan bahwa rakyat yang dimaksud oleh PDI Perjuangan adalah rakyat paling bawah, kaum marhaen.

“Rakyat banyak, yang dimakmurkan yang mana dulu? Kalau PDI Perjuangan yang dimakmurkan itu kaum marhaen, kaum miskin yang paling bawah. Itu aspirasinya kesana. Partai sandal jepit, itu yang utama,” tandasnya.

Saiful Munir