Seperti Reuni PRO-MEGA

0
256
Kota Magelang mengirimkan 300 peserta yang terdiri dari kader dan organisasi sayap partai. (Dok. DPC PDI Perjuangan Kota Magelang)

Video dan foto Apel Siaga Jateng di Solo, 11 Mei 2018, ramai beredar di kalangan sesepuh dan senior DPC PDI Perjuangan Kota Magelang. Di grup-grup WA, sejumlah kader memamerkan swa-foto mereka yang berlatar Ibu Mega sedang pidato. “Apel Siaga itu memunculkan greget kader. Apalagi kader sepuh-sepuh seangkatan saya, PROMEG itu. Semua bilang : ini reuni Pro-Mega. Semua bilang salam Metal, Salam Metal, Jateng Tetep Kandang Banteng! Ada yang bilang biar Gepeng Tetep Banteng sesepuh-sesepuh itu,”cerita Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Magelang Budi Prayitno.

BUDI PRAYITNO
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Magelang

Sejatinya banyak sesepuh partai kota Magelang yang ingin hadir di stadion Manahan, Solo untuk mendengar langsung pidato Ibu Mega. Tapi DPC Kota Magelang tidak bisa mengabulkan permintaan itu karena mengutamakan kehadiran struktural partai. “Banyak yang bilang: kok aku ra dijak, aku ra dijak,”ujar Budi Prayitno.

Sesuai rapat persiapan di kantor DPD PDI Perjuangan Jateng, Kota Magelang mendapat jatah 300 peserta Apel Siaga. Dalam rapat DPC akhirnya disepakati masing-masing kecamatan mengirimkan 100 orang.

“Namun, yang bertanggung jawab mengkoordinir peserta adalah ketua ranting dan peserta yang ingin ikut Apel Siaga harus membawa KTA dan KTP,” ungkap pria yang biasa disapa Udik itu. Seluruh kader struktural partai hingga Anak Ranting hadir, ditambah organisasi sayap partai seperti TMP, BMI dan Bamusi.

Kota Magelang hanya terdiri 3 kecamatan sehingga praktis tidak begitu sulit dalam mengorganisir pasukan yang akan mengikuti gelaran Apel Siaga. “Biaya transportasi dan akomodasi kami bergotong royong dengan Eksekutif, Legislatif Kota Magelang dan ada juga dari DPR RI,” ujar Udik. Peserta Apel Siaga dari Kota Magelang berangkat pukul 07.00 WIB pada hari H dengan menggunakan 6 bus ditambah sejumlah mobil pribadi.

Untuk memudahkan koordinasi, waki ketua DPC menjadi koordinator di masing-masing bus, sedangkan ketua Ranting menjadi koordinator lapangan. “Karena yang paham pasukan ya ketua ranting. Itu karena mereka yang membawa pasukan dari wilayah masing – masing”.

Udik menyatakan apel siaga seperti itu akan ia tiru – dalam skala lebih kecil, di wilayahnya. “karena fungsinya untuk memantapkan kita, di mana ada Pilkada pasukan itu harus ditunjukkan dulu. Dan ini sangat positif untuk merapatkan barisan, semangat untuk saling mengisi, semangat jiwa banteng itu harus kuat,” tutup Udik.

FERRY EKO AP